Tragedi Kanjuruhan bukan Sekadar Angka?

Image source : Twitter

Perasaan ini kalut melihat kabar di timeline di sosial media, kabar tragedi Kanjuruhan. Bukan sekadar tragedi sepak bola, tetapi tragedi kemanusiaan yang menyesakkan dada.

Korban tragedi yang terjadi di stadion Kanjuruhan bukan sekadar angka-angka, namun dibalik itu ada kehidupan yang terenggut, orang tua yang kehilangan anaknya, istri jadi janda, anak menjadi yatim piatu, keluarga kehilangan anggota keluarganya, dan cita-cita masa depan yang terkubur.

Image Source : Twitter

Pasca tragedi yang terjadi di Kanjaruhan berbagai kabar berita lainnya yang mengusut kasus ini sedang ramai bermunculan di timeline kanal Twitter, instagram dan sosial media lainnya. Ada berbagai statement, saling menyalahkan, saling mendakwa, dan menyampaikan pembenaran.

Bagi saya dan kita semua yang tidak berada di lokasi tidak mengetahui mana yang benar, hanya bisa menerka-nerka seperti apa keadaan saat itu dari berbagai postingan sosial media, harapannya kasus ini segera diusut secara proporsional agar menjadi pembelajaran bagi semua pihak yang bersangkutan saat ini dan ke depannya. Mari kita berempati dengan tragedi yang terjadi, dengan tidak membagikan kabar berita yang belum pasti kebenarannya. Supaya masing-masing dari kita tidak langsung tersulut emosi dari kabar yang dibagikan.

Satu hal yang membuat saya kecewa, kenapa polisi menembakkan Gas air mata di Stadion Kanjaruhan? pasalnya FIFA melarang penggunaan gas air mata di stadion, hal itu tercantum dalam FIFA stadium safety and security Regulations. Gas air mata berisi zat kimia yang membuat mata mengalami iritasi dan sekaligus mempengaruhi sistem pernapasan, sehingga gas air mata ini menjadi sumber malapetaka sebab stadion adalah ruang tertutup. Terlebih menembakkan gas air mata ke arah tribun penonton seperti yang dilansir https://nasional.tempo.co/read/1641569/kompolnas-sebutkapolres-malang-tak-perintahkan-penggunaan-gas-air-mata-di-kanjuruhan yang mengakibatkan penonton berlarian keluar namun ternyata pintu stadion tertutup. Mungkinkah kalau crowd control berlangsung tanpa penembakan gas air mata, ratusan nyawa tidak melayang?

Images Source : Twiiter

Nyawa yang telah melayang tak dapat ditarik kembali kepada tubuh yang fana, kehidupan yang terenggut pun tak bisa menjadi tanggung jawab bersama semua bangsa. Ini kabar pilu kemanusiaan, jika kalian tersulut emosi atas kejadian ini bawalah amarah itu dalam doa supaya kita diberikan perspektif lebih luas dalam memahami tragedi yang telah terjadi. Kiranya tragedi ini menjadi pelajaran untuk kita semua tak ada dendam amarah yang sebanding dengan melayangnya nyawa manusia.

Iklan

Serunya Rafting di Destinasi Wisata Pesona Garda Semarang

Wisata Pesona Garda terletak di daerah Pringapus tepatnya di Dusun Dawung, Desa Candirejo. Tempat ini masih terasa asri, benar-benar fresh, sungainya jernih, berselonjor duduk santai di tepi sungai menikmati belaian angin aduhai bikin betah disini. Wisata alam ini menawarkan atraksi wahana air bisa jeguran di sungai, bermain river tebing (menyusuri sungai dengan ban pelampung), dan bisa juga mencoba wahana yang lebih menantang adrenalin, wahana rafting yang tak kalah seru.

Panorama Sungai.

Di tempat wisata sungai ini menyuguhkan konsep wisata masa lalu, mulanya sungai ini sungai biasa yang disulap oleh warga dusun Dawung menjadi wisata yang menarik. Disini bisa mengenang dan merasakan sensasi berendam atau jeguran di Sungai dengan panorama asri yang saat ini jarang ditemukan.

Panorama Sungai.

Pengunjung akan dimanjakan dengan beberapa wahana basah-basahan, yuk cobain.

1. Wahana River Tubing
Buat kalian yang menyukai wahana yang menantang adrenalin, wajib mencoba wahana air salah satu ini. Wahana mengarungi sungai menggunakan ban yang biasanya di lokasi sungai yang tidak cukup deras arusnya.

2. Jeguran di Sungai
Jeguran di sungai ini juga tak kalah seru, menikmati jeguran di air sungai yang segar didukung dengan sekeliling yang teduh, sehingga tidak perlu takut kepanasan. Dan saat jeguran jangan khawatir dan merasa was-was karena ada driver yang menjaga semua pengunjung yang jeguran di sungai.

3. Wahana rafting
Arus sungai yang beberapa titiknya memiliki jeram yang cukup besar menjadikan destinasi ini alternatif terbaik bagi pecinta rafting. Dan tidak perlu khawatir karena selalu ada driver yang membimbing kita.

4. Wahana Air lainnya
Ada beberapa wahana lainnya yang cukup menghibur untuk hilangkan rasa penat. Ada wahana yang dapat dimainkan, seperti ban pelampung, perahu intex, dan kasur intex (kasur yang biasanya dipakai warga DKI saat terkena banjir). Masing-masing memiliki tarif yang berbeda-beda yang pastinya dengan harga yang relatif terjangkau.

Wahana Basah-basahan.
Wahana Rafting

Selain menikmati wahana basahan pengunjung disini juga dimanjakan dengan beberapa fasilitas seperti gazebo, persewaan alat (alat pelampung, perahu, kasur intex), spot foto yang instagramable, beberapa kamar mandi dengan jumlah yang cukup banyak, warung makan dengan menu makanan ala-ala pedesaan dan di dekatnya ada masjid. Fasilitas terakhir ada area pakir yang cukup luas sehingga muat untuk kendaraan roda dua dan empat. Jadi sangat cocok untuk liburan bareng keluarga, teman, dan pasangan.

Fasilitas Gazebo.
Warung makan dengan menu makanan khas Pedesaan.
Spot Foto lainnya.
Peta Wisata Pesona Garda.

Tarif  masuknya pun sangat terjangkau, cukup membayar harga tiket goceng aja alias lima ribu sudah bisa menikmati suguhan pemandangan nan apik disini, kalau tertarik dengan wahana basahan ada biaya tambahan dan masing-masing memiliki harga yang berbeda-beda.

Objek wisata ini buka setiap hari, jam operasionalnya di mulai jam 08.00 – 17.30 WIB. Rute perjalanan menuju destinasi ini apabila dari kota Semarang memerlukan waktu kisaran 1 jam lebih 2 menit ditempuh menggunakan transportasi mobil lewat jalur Gerbang Tol Jatingaleh.

Rute Perjalanan dari Gerbang tol Jatingaleh ke Destinasi Pesona garda.

Pengalaman yang seru banget, buat kalian yang suka wisata alam juga, cobain dulu destinasi wahana basahan di Pesona Garda ini. Gimana langsung kepikiran pengen mengajak siapa nih?

TEH SERAI (SEREH), MINUMAN PENGHILANG RASA CEMAS??

Berawal dari menyeruput minuman teh serai yang bukan milik saya, setelah itu lidah ini merasakan cita rasa yang tergolong unik. Pengen rasanya memesan sekaligus namun saya urungkan keinginan ini karena sudah memesan minuman lain.

Keesokan harinya saya bergegas untuk bereksperimen dengan mengandalkan resep yang ada di google. Memanfaatkan serai yang ada di dapur dan persediaan teh yang ada, percobaan pun saya mulai.

Jreng,jreng,jreng….
Sambil intip resep

Bikinnya kayak gini… pertama-tama hancurkan dulu serainya (bisa digeprek lalu di belah tengahnya), rebus serai dalam air mendidih selama 5 menit, lalu masukkan teh celup/ teh tubruk ke dalamnya tunggu hingga 5 menit, lalu pisahkan tehnya (pastikan kondisi air masih panas). Teh sudah bisa dihidangkan, supaya tampilannya nampak aesthetic bisa ditambahkan hiasan potongan serai.

Nah, kalau kalian penyuka minuman manis bisa ditambahkan madu atau gula yaa. Saya sih mencoba keduanya, untuk rasa lebih suka pakai madu karena rasa teh serai berpadu dengan baik dan menghasilkan aroma yang cukup kuat.

Lalu, apa yang bikin teh serai dijadikan minuman penghilang rasa stress ya?
kurasa sih aromanya yang cukup kuat dan wangi ini yang bikin efek menenangkan yang bisa membantu relaksasi otot dan saraf. Makanya teh serai ini masuk dalam kategori minuman yang bisa mengatasi gejala depresi karena memiliki kandungan antidepresan.

Ngeteh dulu yaaaa…

Siklus Menstruasiku Sering Barengan sama Bestie nih, kenapa ya?

“Hari ini mood mu lagi buruk banget yaaa, dari pagi mukamu masam mulu, jangan jangan hari ini kamu haid juga ya bebbb…”ucap seorang teman.

Pernah mendengar kalimat kayak gitu diucapkan teman dekat kita ngga? yang siklus mentruasinya sering barengan pastinya sudah tak asing lagi yaa.

Konon katanya, sebut saja Anonim. Cewek yang sering menghabiskan waktu bersama akan memiliki jadwal haid yang sama. Sayangnya kita ngga tahu alasan yang valid, sebatas menebak jikalau ini petanda “sehati” dengan bestie.

Kalau ngga di hari yang sama biasanya berusaha agar bisa barengan dengan teknik yang selalu dianggap tokcer, saking nampolnya ada juga yang memanfaatkannya untuk jalan pintas saat kondisi menstruasi yang telat, meski telatnya seminggu saja menjadi hal yang wajar tapi seringkali bikin was-was ya ngga sih? takut tubuh kita kenapa-kenapa. Alih-alih datang ke dokter malah minta injak jempol kaki bestie yang duluan mens. Konon cara ini paling mujarab, hanya dalam dua hari saja kita resmi ketularan mens. Hal ini sebagai bentuk bahwa kaum milenial melestarikan pembelajaran mulok nih, wahaha.

Sssttt… serius mau skeptis?!

Penasaran dan pengen menguliknya, berdasarkan pengamatan ternyata cara ini cukup digandrungi banyak cewek Indonesia. Lumayan ngefek bagi mereka yang memiliki hubungan kekerabatan, teman dekat, sering barengan atau bersama.

Ada salah satu penelitian yang mendekati kebiasaan ini, yakni tentang synchronise period. Alexandra Alvergne dari Oxford University mengatakan dalam penelitiannya bahwa perempuan yang tinggal bersama dan memiliki ikatan batin yang cukup kuat akan mengalami siklus menstruasi bebarengan. Alexandra menjelaskan bahwa hal ini nih karena ketika cewek menghabiskan waktu bersamaan mereka berpeluang menghasilkan feremon untuk saling mempengaruhi satu sama lain.

Sayangnya penelitian Alexandra ini masih dianggap belum valid dan menuai banyak kritikan. Hmmm.. bagi kalian yang ingin tetap melestarikan mulok “injak jempol kaki” supaya nular mens yaa lanjutkan aja gapapa sih, buat seru-seruan. Lumayan gratis juga kan, meskipun secara ilmiah ini bukan ilmiah, anggap saja bagian dari ikhtiar. Manusia tetap berusaha, yang menentukan mens tetap Allah.

Jadi kalau siklus menstruasi kita berengan sama bestie, dan selalu tokcer pakai teknik injak kaki. Anggap ajaa emang kita sehati. wuhehee… 😛

Langkah Baikmu Berarti

Source : Unplash

Satu langkah hari ini..
Langkah baikmu begitu berarti..”

Penikmat lagunya Maliq & D’Essentials pasti tahu dong judulnya. Eitsss.. tapi bukan waktunya untuk bernyanyi yaa.

Baru sebulan lebih dua hari di tahun 2022 ini berlalu. Saya yang tiga bulan sebelumnya biasanya menyelesaikan checklist target bulanan, musti memupus harapan karena Januari kali ini bisa jadi semumet itu. Ada banyak list target dan beberapa hal yang ingin saya pelajari, nah karena ngoyo dan belajarnya dalam waktu bersamaan jadi ada beberapa yang terlewatkan begitu saja. Termasuk target “satu bulan satu buku” dan memulai bercocok tanam sayur di rumah.

Ciptakan habitnya dulu, baru tentukan target.”

Target terbentuk setelah membentuk “HABIT” justru membuat kita terbiasa melakukannya, ngga merasa terbebani.

#Catatanmentoring

Dan sebelumnya aku bikin polanya malah kebalikannya, fokus meraih hasilnya atau menentukan langsung targetnya. Makanya jadinya yang kita lakukan seolah seperti beban yang harus dikerjakan. Duhhh..

Materi dari mentoring mengulas bahwa memulai perubahan itu sebaiknya diawali dari menentukan identitasnya dulu baru kemudian prosesnya dan menjaga konsistennya hingga hasil pun akan mengikuti.

Bener juga sih, baiknya ciptakan habitnya dulu, small habit itu berpengaruh dalam kehidupan. Terlepas dari habit yang positif yaa, misalnya kita punya habit suka baca buku tapi lagi males terus absen, besoknya absen lagi dan ujungnya jadi engga pernah baca buku. Kayak yang seolah kegiatan yang santai kita tinggalin ujung-ujungnya kasih powerfull impact yang ngga bagus dalam kehidupan kita. Contoh lain olahraga, makan – makanan yang sehat.

Nah, dibalik keadaan positif habit, memulainya pasti susah tapi dengan “take a small step” lalu adaptasi dulu habit yang kita mampu paling gampang jangan langsung pengen perubahan yang langsung signifikan. Satu persatu karena satu langkah baikmu begitu berarti, satu langkah dari hati. Yaiyaaaaaa…

Susahnya itu, biar konsisten gimana? nah itu dari ulasan mentoring dijelaskan kalau baiknya dimulai dari membiasakannya dan membina diri untuk keep on track. Pasti bisa dengan merubah pola fikirnya biar happy dan enjoy sama prosesnya, tidak lagi seperti dikejar sama target dan tekanan kuantitatif.

Saat ini yang sedang pelan-pelan saya bangun habit yaa kayak olahraga 5 menit sebelum kerja dengan berangkat naik sepeda karena estimasi jarak yang ditempuh yaa sekitar 5 menit dan ngga ada beban apapun saat menjalankannya, enjoy bahkan jadi bisa menikmati pemandangan sekitar. Kalau sebelumnya memberi target seminggu sekali olahraga 1 jam, sekarang ngga ada target, cuma aktivitas bersepedanya masuk dalam tambahan habit rutinitas yang sudah ada. Lalu, membangun kesadaran kalau ini bukan mengejar angkanya tapi pola hidup sehatnya.

Setiap Kita Mungkin Telah Mencapai Hal-hal Berharga

A woman to travel

Tepat pada malam menuju tahun baru 2022, tiba-tiba aku terisak-isak saat meluangkan waktu untuk bermuhasabah. Kali pertama aku melakukannya karena merasa perlu. Tahun 2021 juga kali pertama merasakan hidup dengan penuh kesadaran.

Tahun 2021 banyak sekali hal yang pertama kali dalam hidup untuk kulakukan; mencerna ilmu-ilmu yang bertebaran di lingkungan, obrolan dalam pertemuan, juga momen-momen yang di luar dugaan, mengambil keputusan, mengetahui apa yang dipertanggungjawabkan, mengendalikan diri dengan menekan ego dari segala yang diinginkan. Sebab sadar bahwa tidak semua hal di dunia ini bisa kita miliki.

Kalau dipikir-pikir bener juga sih, bukan kehidupan kalau sebatas ada kebahagiaan. Bahkan saat kita dalam kondisi bahagia pun ada ujian; kita diuji apakah kita tetap bisa bersyukur atau tidak, entah dengan rasa kecewa maupun rasa bahagia.

Seringkali dalam hidup, Kita memiliki banyak keinginan dan harapan. Namun, ketika ada satu atau beberapa keinginan yang tidak tercapai, rasanya dunia seakan runtuh. Merasa gagal dan teramat kecewa. Kita lupa bahwa Kita telah berhasil mencapai sebagian lainnya.

Bagaimana jika kita balik cara pandang kita terhadap pencapaian yang ada? bukan melihat dari hal yang tidak tercapai, tapi proses yang telah kita lalui dalam perjalanan mencapainya. Bukan berfokus pada nikmat yang hilang, namun mensyukuri nikmat yang telah Allah berikan.

Setiap kita mungkin telah mencapai hal-hal berharga, apabila bagimu tidak coba pikirkan lagi barangkali ada nikmat Allah yang terselip namun tak kita sadari karena cenderung dominan ego dari segala yang diinginkan.

Itulah hidup. Kalau semua yang Kita mau harus tercapai, lalu dari mana kita belajar sabar dan syukur?

Lewat Kisah Novel Vegetarian by Han Kang

Tak Disangka Mimpi Mampu Menjempalit Kehidupan Keluarga

Koleksi Rumah buku Sanubari

Pagi ini disambut hujan lebat yang tak kunjung reda, ingin berkegiatan namun dinginnya serasa ada AC yang langsung nyetor menyentuh kulit, padahal di rumah ngga ada AC. Sejuk dan saatnya tarik selimut lagi, Ssst.. sesekali Gapapa kali.

Sayangnya, bukannya merem tapi kepala saya langsung bising. Jadi memilih untuk berkegiatan di dalam kamar, ambil novel “Vegetarian” sambil mengingat kisahnya tentang apa yaa. Saat membuka bab pertama mataku terbelalak, spontan saya bilang “Gilaaaak buku ini.”

Saya teringat buku ini pernah berhasil mengaduk semua emosi yang mengental dalam diri di tahun 2019. Bercerita tentang seorang wanita bernama Young Hye yang tiba-tiba menjadi vegetarian. Alasannya menjadi vegetarian sangat tidak masuk akal sehingga membuat suaminya dan keluarganya terkejut. Buku ini mencekam dan mengasyikan, Sebenarnya buku ini tidak begitu banyak membicarakan vegetarianisme; Namun membahas banyak hal dengan konflik psikologis yang mendalam dan unik.

Buku ini terbagi dalam tiga bagian; Vegetarian, Tanda Lahir Kebiruan, dan Pohon Kembang Api. Masing-masing bab diceritakan dari sudut pandang orang yang berbeda. Bab pertama, diceritakan dari perspektif suaminya Hyeong-hye. Bagian kedua diambil dari sudut pandang In-hye, kakaknya Hyeong-hye, dan bagian ketiga diceritakan dari sudut kakak iparnya. Dari ketiga perspektif tersebut digambarkan bagaimana perasaan dan “struggle” mereka menghadapi Hyeong-hye, yang menjadi pusat cerita.

Menurut saya, novel ini gila keren banget. Saat mencoba menyelami lebih dalam ternyata ceritanya tentang kehidupan orang-orang yang secara sadar atau tidak mengalami gangguan mental. Kondisi itu pun tak hanya mempengaruhi kehidupan pribadi yang bersangkutan, tapi juga menyeret orang-orang terdekatnya masuk ke dalam kondisi yang kelam.

Bagaimana bisa seseorang bisa berubah hanya karena mimpi. Meski pernah denger “sebuah mimpi bisa merubah segalanya, bahkan kadang untuk sarana pengambilan keputusan.” Namun yang ini sungguh membuat tercengang. Seorang yang menjadi vegetarian karena mimpi yang mendatanginya, bahkan sampai mengubah sisi psikologinya dan orang terdekatnya.

Herannya saya masih belum tahu soal hadirnya mimpi buruk yang dialami Yeong Hye. Apakah iya tak ada tendensi apapun ? Apa ini bentuk akumulasi selama hidupnya ? Apakah ada hubungannya dengan pengalaman masa kecilnya semacam luka batin gitu? dengan ayahnya, ibunya, saudaranya, suaminya, atau ada hubungan dengan budaya atau kepercayaan ?

Apa jangan-jangan dia membaca deskripsi buku tentang jagal daging hewan? akhirnya terbawa mimpi dan engga tega untuk memakan daging, fufufu. Sepertinya sampai disini aja yaa, takut imajinasi saya terlalu liar mencari sebab hadir mimpi buruknya.

Belajar Bahagia dan Ikhlas dari Hal Kecil

Source : Unplash

Bahagia, kadang berasal dari hal kecil.

Saat diberi waktu luang menikmati indahnya pagi, di sela-sela menyapu halaman rumah sambil memandangi langit yang cerah, burung berkicau, udara segar, melihat bunga bermekaran indah, tumbuhan sekitar tumbuh. Ditambah lagi sekarang menyaksikan bebek-bebek berkejar-kejaran. Mereka unik, lucu juga ternyata, kadang gemas melihat mereka seperti berantem eh ternyata bukan berantem. Ahh asyiknya berlanjut menyeruput kopi sambil menikmati view di pekarangan rumah. Alhamdulillah karena masih mampu melihat keindahan di suatu pagi yang syahdu, indah sekali.

Ikhlas juga demikian, kadang berasal dari hal kecil.

Saat mengikhlaskan antrian toilet ke teman yang lebih membutuhkannya, karena diri masih bisa menahannya.

Saat mengikhlaskan pesanan makanan yang salah, meski penjualnya menawarkan digantikan.

Saat mengikhlaskan waktu yang hilang karena yang ditemui mendadak membatalkan agenda karena ada kepentingan yang mendesak.

Dari hal-hal kecil ini, ada saja yg masih kesulitan bahagia.

Ada juga yang masih kesulitan mengikhlaskan.

Kita kah?

Sepertinya kita harus belajar dan memikirkan, ikhlas jenis apa yang selama ini kita ‘rasa’ lakukan. Begitu pun bahagia “apa yang membuatmu bahagia?.” Apa engga perlu dipikirkan yaa karena ikhlas dan bahagia itu bagian dari spontanitas?

Mencari Perihal Kedudukan Perempuan dalam Islam

Koleksi Buku Sanubari

Aku punya cerita tentang kabar baik beberapa bulan yang lalu aku mencari rekomendasi buku tentang perempuan. Amat terasa resah waktu itu, karena butuh pandangan tentang perempuan dalam Islam, terlebih yang ada kaitannya dengan biduk rumah tangga. Yaa gituu dehh, pengen belajar karena tahu tentang pedoman dalam agama yang kita anut juga penting, supaya tahu baiknya yang seperti apa.

Scroll-scroll Instagram story dan ketemu postingan mbak Aji Nur Apik, dalam rekomendasi buku Pra Nikah ada yang pertama “Kedudukan Perempuan dalam Islam” sontak aku langsung mencarinya di beberapa bookstore online Islam” susah juga yaa menemukannya.

Buku yang aku miliki terbitan lawas, juga termasuk buku yang tipis hanya 103 halaman, tapi pengetahuannya sangat luas. Waktu awal-awal unboxing bukunya, aku sempat was-was “inii benerann setipis ini” gumamku.

Hmmm.. Setelah baca, aku menghasilkan banyak tempelan penanda di halaman-halaman yang menyimpan point penting. Ngga nyangka bangett 😱

Udah ahh yaa lanjut bahas garis besarnya.

Sambil cerita tipis-tipis.. jadi tuhh di buku ini diceritakan bahwa pada jaman jahiliyah dulu keberadaan perempuan tidak dihargai, setiap melahirkan anak perempuan mereka malu, akhirnya ada yang rela membunuh bayinya, misal dibesarkan pun anak perempuannya tidak diperbolehkan kemana -mana, dan mengerjakan pekerjaan rumah layaknya seorang budak. Nah, saat Rasulullah menyebarkan agama, terlihat bahwa Rasulullah sangat menyayangi putri-putrinya dari perlakuannya.

“Sekuntum bunga harum semerbak, kita cium. Dan rezekinya sudah dijamin oleh Allah”

Adakah yang lebih romantis???

Betapa istimewanya kedudukan perempuan dalam Islam. Jadi, engga ekstrem seperti postingan-postingan di sosial media yang ngebahas tentang perempuan itu sumber fitnah “laki-laki melakukan perkara haram disebabkan perempuan, lupa agama karena perempuan, rela membunuh dan bermusuhan karena perempuan.” Kesannya kesalahan dialihkan ke perempuan.

Dalam buku ini juga diceritakan tentang kedudukan perempuan dalam Islam yang sangat mulia dan berbeda dengan anggapan sebagian besar orang yang mengatakan bahwa Islam mengekang perempuan.
Kesamaan tugas antara laki-laki dan perempuan, tentunya ada kewajiban juga yang disematkan kepada perempuan, perihal kemuliaan perempuan yang melebihi bidadari, hal wasiat yang ditinggalkan untuk perempuan, hal hak milik perempuan, perihal pertengkaran dalam rumah tangga, perihal poligami yang mana perempuan boleh mengemukakan syarat bahwa suaminya tidak boleh mempermadukannya dengan perempuan lain.

Diceritakan juga di dalam buku ini kalau ada beberapa bacaan di Al-Qur’an tentang perempuan. Qs. An-Nisa banyak ayat yang mengistimewakan sebutan kaum perempuan, Qs. Maryam apabila ini dibaca terbayanglah kesucian seorang dara yang saleh dan hidup zuhud, Qs. An-Naml dikisahkan tentang Ratu di negeri Saba’ yaitu Ratu Bulqis diterangkan bagaimana wibawa wanita yang agung itu memerintah, Qs. An Nur menerangkan adab wanita dalam rumah tangga, Qs. Al Ahzab menguraikan hal kesopanan dan sikap hidup, Qs. Al-Baqarah mengenai hal rumah tangga.

Lalu, tertulis juga tentang sikap memuliakan dan taat kepada Ibu lewat kisah seorang muslim yang taat dan sedang sakit keras tapi tidak kunjung meninggal. Ehh ternyata ada hal yang diluar dugaan kita yaa, dia memiliki kesalahan kepada ibunya dan sang ibu tidak juga memaafkan. Kemudian Rasulullah berkata bahwa anak itu akan dibakar saja karena masa sakitnya yang sudah lama, mendengar hal itu sang Ibu langsung memaafkan sang anak. Setelah itu sang anak langsung meninggal dengan ucapan memuji Allah. Takjubbbb! Masya Allah aku bacanya 🥺

Setelah baca buku inii, jadinya tahu beberapa hal yang sebelumnya tidak aku ketahui, ilmunya bener-bener banyak, lalu aku ketagihan buat nyari lagi yang kaitannya sama dan masih butuh buku-buku penunjang lainnya untuk lebih memahami 😍

Oiyaaa, kalo lagi nyari-nyari buku tentang pra-nikah salah satunya bisa baca buku ini.

Rezeki Hanya dari Gaji?

Dulu sebelum aku merenungkannya dan menelisik lebih jauh, aku pikir rezeki itu yaa gaji yang aku terima dan rezeki itu berupa uang.

Normal dan wajar kali yaa, aku yakin yang berpikiran sama denganku pasti tidak sedikit. Bahkan tiap berdoa meminta dilancarkan dan dilimpahkan “rezeki” rezeki yang kita maksud itu berupa uang, hayoo ngaku aja deh sama diri.

Perihal itu wajar sih, dalam hidup kita harus memenuhi kebutuhan dasar terkait material, misalnya kebutuhan pokok kita sebagai manusia dalam menjalani kehidupan. Ada juga kebutuhan-kebutuhan lain yang di situasi tertentu juga harus memenuhinya. Semua itu bisa dipenuhi kalau kita punya uang, betul apa betul? Itulah mengapa jangan bilang uang enggak penting. Uang itu penting.

Aku mau cerita, semoga cerita yang aku tulis ini bermanfaat bagi kita semuanya.

Suatu saat ada seseorang yang masih kuliah, dia dapat uang jajan dari freelance dan juga bisnisnya. Waktu itu sih baginya pemasukannya lumayan karena bisa buat membayar UKT akhir semester dan biaya hidupnya di perantauan, selebihnya untuk traveling dan kebutuhan lain. Nah, setelah lulus dia memilih untuk bekerja di kantor agar lebih produktif. Menjadi freelance dan mengelola bisnisnya membuat aktivitasnya tidak teratur. Ketika dia kerja, bisnis yang biasanya dikelola olehnya diamanahkan ke orang lain, jadi yaa kayak bagi hasil gitu. Sekilas kita pasti mikirnya pendapatan orang ini pasti semakin double dong, tapi kenyataan yang dia jalani enggak seperti yang dipikirkan. Kisaran pendapatannya masih sama, enggak semakin melejit.

Ada lagi cerita seorang karyawan yang gajinya dikurangi, setelah itu porsi pekerjaannya juga mulai dikurangi. Enggak seperti sebelumnya yang tiap pulang kerja masih tergopoh-gopoh mengerjakan kerjaannya, hingga waktunya bersama keluarga enggak banyak dan sering ada perselisihan dengan keluarganya. Setelah dikurangi gajinya ada keajaiban yang mulai terjadi, keluarganya membaik, ekonominya membaik, semuanya baik – baik saja dan serba kecukupan. Terkadang juga dapat project dari luar yang tidak menyita banyak waktu.

Dari cerita perjalanan kehidupannya, aku coba renungkan dan telisik lebih dalam. Aku jadi sadar bahwa rezeki itu tidak hanya dari gaji, rezeki bisa jadi dari arah yang tidak disangka-sangka, bukan hanya dari gaji semata. Misalnya setiap ada kebutuhan terpenuhi, rezeki itu bisa berupa waktu, ada kegiatan diberi kesehatan, saat terhimpit ada yang menolong dan sebagainya.

Kalau hitungannya hanya gaji, kita akan hidup dalam kecemasan. Apabila kita yakin tentang rezeki, maka Allah akan mencukupkan. Dan berapapun yang didapat akan menjadi berkah dan hidup lebih tenang.